Slider Loading
Kalender

Agenda Kegiatan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2015/2016

Lihat Kalender
Info PMB

Informasi & Pendaftaran : Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru STIKes Guna Bangsa Yogyakarta

Selengkapnya

PROGRAM STUDI BARU

Telah dibuka program studi baru, yaitu: - Teknik Radiodiagnostik & Radioterapi (D-3) - Teknologi Transfusi Darah (D-3)

View our gallery

Program Studi Kami

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Guna Bangsa Yogyakarta berdiri tanggal: 2 Juni 2009 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor: 70/D/O/2009.

Saat itu, STIKES Guna Bangsa memiliki 3 (tiga) Program Studi, yaitu: Program Studi Ilmu Keperawatan (S-1), Analis Kesehatan (D-3), dan Kebidanan (D-3).

Seiring berjalannya waktu dan dengan melakukan study kelayakan yang ada, STIKES Guna Bangsa Yogyakarta berupaya untuk meningkatkan loyalitasnya di bidang pendidikan dengan menambah 2 (dua) program studi, yaitu: Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (D-3) dan Teknologi Transfusi Darah (D-3) yang dibuka mulai tahun akademik 2015/2016.

Program Studi D-III Kebidanan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta bermaksud menyediakan tenaga kesehatan khususnya bidan yang profesional dan mandiri yang mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Sesuai dengan program Departemen Kesehatan Rl untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010, maka peranan bidan yang professional sangat dibutuhkan disamping tenaga kesehatan yang lain.
Analis Kesehatan adalah suatu bidang ilmu yang fokus pada penelitian atau analisa kesehatan berdasarkan kajian laboratorium. Sejalan dengan meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, maka peran serta para analis kesehatan dalam proses tersebut akan menjadi sangat strategis.
Banyaknya tuntutan masyarakat akan kebutuhan kesehatan dalam menghadapi era globalisasi dan krisis disetiap bidang, maka STIKES Guna Bangsa Yogyakarta maju terus untuk mencetak calon tenaga kesehatan yang handal dan profesional sehingga mampu membeikan harapan pada masyarakat dan mampu menghadapi tantangan global.\012Mulai tahun 2009, STIKES GUNA BANGSA Yogyakarta menyelenggarakan 1 Program Studi (Prodi) Strata 1 atau Sarjana yaitu Program Studi Ilmu Keperawatan.
Program Studi Profesi Ners STIKes Guna Bangsa Yogyakarta merupakan program pendidikan keperawatan yang menyelenggarakan pendidikan keprofesian pada salah satu tahapan pendidikannya.Mahasiswa pada tahap pendidikan ini diberi pengalaman belajar yang dapat mengembangkan keterampilan teknikal dan pemecahan masalah, keterampilan intelektual, dan keterampilan interpersonalnya.
Radiologi dan Radioterapi berperan sangat vital setidaknya untuk dua kepentingan : a. Dari kepentingan pasien sebagai penunjang kebutuhan akan hasil dan kejelasan terhadap kondisi kesehatan b. Dari kepentingan tenaga medis seperti dokter adalah guna meningkatkan akurasi dan tindakan lebih lanjut terhadap kesehatan pasien
Transfusi Darah adalah salah satu tahapan yang diharuskan oleh dokter dalam upaya perawatan pasien menuju sehat. Untuk mendukung hal tersebut tentu dibutuhkan berbagai hal yang korelatif, antara lain jumlah pendonor dan darah yang tersedia, penyimpanan dan distribusinya. Karena begitu vitalnya kebutuhan akan hal ini maka dlam setiap prosesnya, mulai dari pengambilan darah sampai pemberian darah kepada pasien yang membutuhkan
Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2010 jumlah tenaga bidan berjumlah 175.124 orang yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan pendidikan (Rumah sakit, Puskesmas, RSAB, bidan Desa, BPS, institusi pendidikan dan institusi lain). Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan terdapat 82,2% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. diantaranya sebanyak 62,1% (75% persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dilakukan oleh bidan). Dalam pelayanan KB diketahui bahwa pencapaian peserta KB baru sebanyak 687.715 peserta,  32,2% diantaranya dilakukan di Bidan Praktik Swasta.  Pendidikan kebidanan di Indonesia sebagian besar adalah pada jalur vokasi, dari D III kemudian melanjutkan ke DIV kebidanan. Dari profil ini tampak bahwa bidan berperan penting sebagai mitra perempuan dan tenaga kesehatan profesional strategis dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kebidanan secara langsung pada ibu dan anak maka bidan diharapkan dapat menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang mengikuti perkembangan jaman, sesuai dengan evidence based practice. Hal ini dapat terwujud dengan peningkatan pendidikan bidan yang sesuai dengan jalur pendidikan vokasi yaitu ke jenjang Magister Terapan Kebidanan
Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2010 jumlah tenaga bidan berjumlah 175.124 orang yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan pendidikan (Rumah sakit, Puskesmas, RSAB, bidan Desa, BPS, institusi pendidikan dan institusi lain). Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan terdapat 82,2% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. diantaranya sebanyak 62,1% (75% persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dilakukan oleh bidan). Dalam pelayanan KB diketahui bahwa pencapaian peserta KB baru sebanyak 687.715 peserta,  32,2% diantaranya dilakukan di Bidan Praktik Swasta.  Pendidikan kebidanan di Indonesia sebagian besar adalah pada jalur vokasi, dari D III kemudian melanjutkan ke DIV kebidanan. Dari profil ini tampak bahwa bidan berperan penting sebagai mitra perempuan dan tenaga kesehatan profesional strategis dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kebidanan secara langsung pada ibu dan anak maka bidan diharapkan dapat menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang mengikuti perkembangan jaman, sesuai dengan evidence based practice. Hal ini dapat terwujud dengan peningkatan pendidikan bidan yang sesuai dengan jalur pendidikan vokasi yaitu ke jenjang Magister Terapan Kebidanan. - See more at: http://gunabangsa.ac.id/page/Tentang%20S-2%20Kebidanan%20STIKES%20Guna%20Bangsa#sthash.Pi3GtQZw.dpuf
Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2010 jumlah tenaga bidan berjumlah 175.124 orang yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan pendidikan (Rumah sakit, Puskesmas, RSAB, bidan Desa, BPS, institusi pendidikan dan institusi lain). Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan terdapat 82,2% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. diantaranya sebanyak 62,1% (75% persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dilakukan oleh bidan). Dalam pelayanan KB diketahui bahwa pencapaian peserta KB baru sebanyak 687.715 peserta,  32,2% diantaranya dilakukan di Bidan Praktik Swasta.  Pendidikan kebidanan di Indonesia sebagian besar adalah pada jalur vokasi, dari D III kemudian melanjutkan ke DIV kebidanan. Dari profil ini tampak bahwa bidan berperan penting sebagai mitra perempuan dan tenaga kesehatan profesional strategis dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kebidanan secara langsung pada ibu dan anak maka bidan diharapkan dapat menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang mengikuti perkembangan jaman, sesuai dengan evidence based practice. Hal ini dapat terwujud dengan peningkatan pendidikan bidan yang sesuai dengan jalur pendidikan vokasi yaitu ke jenjang Magister Terapan Kebidanan. - See more at: http://gunabangsa.ac.id/page/Tentang%20S-2%20Kebidanan%20STIKES%20Guna%20Bangsa#sthash.Pi3GtQZw.dpuf
Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2010 jumlah tenaga bidan berjumlah 175.124 orang yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan pendidikan (Rumah sakit, Puskesmas, RSAB, bidan Desa, BPS, institusi pendidikan dan institusi lain). Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan terdapat 82,2% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. diantaranya sebanyak 62,1% (75% persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dilakukan oleh bidan). Dalam pelayanan KB diketahui bahwa pencapaian peserta KB baru sebanyak 687.715 peserta,  32,2% diantaranya dilakukan di Bidan Praktik Swasta.  Pendidikan kebidanan di Indonesia sebagian besar adalah pada jalur vokasi, dari D III kemudian melanjutkan ke DIV kebidanan. Dari profil ini tampak bahwa bidan berperan penting sebagai mitra perempuan dan tenaga kesehatan profesional strategis dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kebidanan secara langsung pada ibu dan anak maka bidan diharapkan dapat menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang mengikuti perkembangan jaman, sesuai dengan evidence based practice. Hal ini dapat terwujud dengan peningkatan pendidikan bidan yang sesuai dengan jalur pendidikan vokasi yaitu ke jenjang Magister Terapan Kebidanan. - See more at: http://gunabangsa.ac.id/page/Tentang%20S-2%20Kebidanan%20STIKES%20Guna%20Bangsa#sthash.Pi3GtQZw.dpuf
Berita Terkini
icon
WHO Peringatkan Daging Olahan Bisa Picu Kanker

Makan daging olahan seperti sosis dan hotdog bisa menyebabkan kanker. Demikian dikatakan Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO). Ditambahkan, makan daging merah kemungkinan juga berdampak demikian.

[...]