Slider Loading
Kalender

Agenda Kegiatan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2015/2016

Lihat Kalender
Info PMB

Informasi & Pendaftaran : Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru STIKes Guna Bangsa Yogyakarta

Selengkapnya

PRODI D3 ANALIS KESEHATAN STIKes Guna bangsa Yogyakarta

PRODI D3 ANALIS KESEHATAN STIKes Guna bangsa Yogyakarta

View our gallery

Program Studi Kami

Program Studi STIKes Guna Bangsa Yogyakarta merupakan program pendidikan keperawatan yang menyelenggarakan pendidikan keprofesian pada salah satu tahapan pendidikannya.Mahasiswa pada tahap pendidikan ini diberi pengalaman belajar yang dapat mengembangkan keterampilan teknikal dan pemecahan masalah, keterampilan intelektual, dan keterampilan interpersonalnya.

baby

Program Studi D-III Kebidanan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta bermaksud menyediakan tenaga kesehatan khususnya bidan yang profesional dan mandiri yang mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Sesuai dengan program Departemen Kesehatan Rl untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010, maka peranan bidan yang professional sangat dibutuhkan disamping tenaga kesehatan yang lain.

Maka Akademi Kebidanan Stikes Guna Bangsa Yogyakarta berusaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar bidan yang dihasilkan memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah.\012Selain program Sarjana, STIKES GUNA BANGSA Yogyakarta juga menyelenggarakan program Pendidikan Profesional yang terdiri dari program Diploma III (D-III) .

Learn more
baby

Analis Kesehatan adalah suatu bidang ilmu yang fokus pada penelitian atau analisa kesehatan berdasarkan kajian laboratorium. Sejalan dengan meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, maka peran serta para analis kesehatan dalam proses tersebut akan menjadi sangat strategis.

Dengan mendapatkan dukungan analisa kesehatan yang akurat, anggota masyarakat akan semakin memahami gejala-gejala yang berpotensi mengganggu kesehatan sekaligus akan bisa mencegah merebaknya penyakit secara lebih dini (early warning system). Dengan demikian penyebaran penyakit-penyakit baru, baik yang berasal dari virus yang baru atau dari hasil mutasi akan dapat teredam lebih awal.

Learn more
baby

Banyaknya tuntutan masyarakat akan kebutuhan kesehatan dalam menghadapi era globalisasi dan krisis disetiap bidang, maka STIKES Guna Bangsa Yogyakarta maju terus untuk mencetak calon tenaga kesehatan yang handal dan profesional sehingga mampu membeikan harapan pada masyarakat dan mampu menghadapi tantangan global.\012Mulai tahun 2009, STIKES GUNA BANGSA Yogyakarta menyelenggarakan 1 Program Studi (Prodi) Strata 1 atau Sarjana yaitu Program Studi Ilmu Keperawatan dengan jumlah SKS yang harus ditempuh selama pendidikan Program Sarjanaberkisar antara144 - 160 SKS yang dijadwalkan dalam 8 semester atau paling lama 14 semester setelah pendidikan menengah atas.

Khusus untuk Ilmu Keperawatan sesudah mencapai gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep), diwajibkan untuk mengikuti program Profesi yang dapat ditempuh dalam waktu 2 semester untuk mencapai gelar profesi Ners, dengan jumlah SKS yang harus ditempuh berkisar 23 sampai 26 SKS.\012Secara umum pendidikan tinggi di STIKES GUNA BANGSA Yogyakarta diselenggarakan melalui proses pembelajaran dengan mengembangkan kemampuan belajar mandiri.

Learn more
baby

Program Studi Profesi Ners STIKes Guna Bangsa Yogyakarta merupakan program pendidikan keperawatan yang menyelenggarakan pendidikan keprofesian pada salah satu tahapan pendidikannya.Mahasiswa pada tahap pendidikan ini diberi pengalaman belajar yang dapat mengembangkan keterampilan teknikal dan pemecahan masalah, keterampilan intelektual, dan keterampilan interpersonalnya.Lulusannya adalah perawat profesional (Ners, disingkat Ns.) yang mampu memberikan pelayanan keperawatan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan, serta menggunakan metodologi keperawatan berlandaskan etika keperawatan. Proses pembelajaran menunjukkan adanya kontinuitas antara teori dan praktik yang didapatkan melalui pengalaman belajar di lahan praktik yang mendukung pertumbuhan dan pembinaan kemampuan profesional.

Learn more

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan dasar referensi pemilihan program studi Radio Diagnostik dan Radioterapi adalah sebagai berikut :

  1. Radiologi dan Radioterapi berperan sangat vital setidaknya untuk dua kepentingan :
    a. Dari kepentingan pasien sebagai penunjang kebutuhan akan hasil dan kejelasan terhadap kondisi kesehatan
    b. Dari kepentingan tenaga medis seperti dokter adalah guna meningkatkan akurasi dan tindakan lebih lanjut terhadap kesehatan pasien
  2. Data Kemenkes menunjukkan pada tahun 2013 jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit yang tersedia adalah 238.373 buah dan diproyeksikan akan bertambah menjadi 278.450 buah pada tahun berikutnya atau meningkat sekitar 17% setiap tahun. Hal ini sebagai gambaran akan terus bertambahnya kebutuhan Tempat Tidur Rumah sakit seiring terus tumbuhnya jumlah perawatan pasien menuju sehat.
  3. Disisi lain ketersediaan ahli Radio Diagnostik dan Radioterapi yang memadai baru pada kisaran 5% dari keseluruhan Institusi Pelayanan di Indonesia.

Dari berbagai data ini dapat disimpulkan kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini pada saat sekarang masih secara rasio masih sangat kurang untuk menunjang pelayanan perawatan. Karenanya pilihan untuk menekuni bidang ini adalah suatu langkah yang cerdas untuk turut serta berperan dan berkarier di bidang kesehatan pada masa datang.

Learn more

Transfusi Darah adalah salah satu tahapan yang diharuskan oleh dokter dalam upaya perawatan pasien menuju sehat. Untuk mendukung hal tersebut tentu dibutuhkan berbagai hal yang korelatif, antara lain jumlah pendonor dan darah yang tersedia, penyimpanan dan distribusinya. Karena begitu vitalnya kebutuhan akan hal ini maka dlam setiap prosesnya, mulai dari pengambilan darah sampai pemberian darah kepada pasien yang membutuhkan diperlukan penanganan oleh tenaga ahli Transfusi Darah berikut Teknologi yang memadai. Kendala dalam hal ini adalah :


  1. Persediaan darah yang belum mencukupi. Dari 4 juta kantong darah yang dibutuhkan PMI Pusat baru terpenuhi 60%.
  2. Suplai darah dari Unit Transfusi Darah ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang belum merata diseluruh Kab/Kota di Indonesia. Masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan di Kab/Kota kesulitan memperoleh darah dan memprosesnya.
  3. Kurangnya tenaga ahli untuk menangani proses pengambilan, pengolahan, penyimpanan, distribusi dan pemberian darah kepada pasien yang membutuhkan.

Sejalan dengan hal ini tampak jelas bahwa Peran Tim Ahli Teknologi Darah didalam Unit Transfusi Darah, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Puskesmas adalah sangat vital untuk menjamin tercapainya target pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Learn more
Berita Terkini
icon
INFO Profesi Ners

INFO Profesi Ners : Berhubung kuota yg sudah mendekati batas, kepada yang berminat dan belum mendaftar harap segera mendaftar dan menyelesaikan administrasi pendaftaran paling lambat hari ini Kamis, 1 [...]