Tentang S-2 Kebidanan STIKES Guna Bangsa

  • Home
  • Tentang S-2 Kebidanan STIKES Guna Bangsa

Tentang S-2 Kebidanan STIKES Guna Bangsa

A.      LATAR BELAKANG

Tujuan pendidikan nasional adalah  mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis serta bertangggung jawab.

 

Masalah kesehatan Ibu dan Anak  merupakan masalah penting karena merupakan salah satu indikator kesejahteraan suatu bangsa. Hampir semua negara terus menerus melakukan berbagai upaya untuk memecahkan masalah ini. Milleneum Development Goals (MDG’s) salah satu tujuan utamanya untuk menurunkan angka kematian bayi sebesar 2/3, menurunkan angka kematian ibu sebesar 3/4  dan meningkatkan pencegahan dari penyebaran HIV/AIDS antara tahun 1990 sampai tahun 2015

 

Data Survey Kesehatan Nasional (SUSENAS) Departemen Kesehatan tahun 2006, menunjukkan rasio bidan 2854/ 100.000 penduduk (1:35). Dengan rasio tersebut jumlah bidan di Indonesia diperkirakan sebanyak 83.000 orang, dan hanya 68.672 (82%) tercatat sebagai anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI).  Dalam distribusi tenaga kesehatan, proporsi bidan per 100.000 penduduk di Jawa Bali lebih sedikit yakni sebanyak 26 dibandingkan luar Jawa sebanyak 52. 4 dari 10 tenaga kesehatan di daerah terpencil mempunyai rencana untuk pindah karena alasan jauh dari keluarga dan pengembangan karir. Dengan rasio bidan/penduduk sebesar 1/1000, jumlah bidan yang diperlukan akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Mencapai jumlah >230.000 dan >245.000 masing-masing pada tahun 2009 dan 2014. Proyeksi pemerintah untuk rasio bidan/penduduk adalah 75/100.000..

 

Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2010 jumlah tenaga bidan berjumlah 175.124 orang yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan pendidikan (Rumah sakit, Puskesmas, RSAB, bidan Desa, BPS, institusi pendidikan dan institusi lain). Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan terdapat 82,2% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. diantaranya sebanyak 62,1% (75% persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dilakukan oleh bidan). Dalam pelayanan KB diketahui bahwa pencapaian peserta KB baru sebanyak 687.715 peserta,  32,2% diantaranya dilakukan di Bidan Praktik Swasta.  Pendidikan kebidanan di Indonesia sebagian besar adalah pada jalur vokasi, dari D III kemudian melanjutkan ke DIV kebidanan. Dari profil ini tampak bahwa bidan berperan penting sebagai mitra perempuan dan tenaga kesehatan profesional strategis dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kebidanan secara langsung pada ibu dan anak maka bidan diharapkan dapat menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang mengikuti perkembangan jaman, sesuai dengan evidence based practice. Hal ini dapat terwujud dengan peningkatan pendidikan bidan yang sesuai dengan jalur pendidikan vokasi yaitu ke jenjang Magister Terapan Kebidanan.

 

Kedepan, sebagai bidan internasional (WHO, 2000), bidan Indonesia  harus menjadi bagian pelayanan kesehatan masyarakat yang mampu berperan dalam pelayanan wanita hamil dalam berbagai setting  untuk memfasilitasi pencapaian tertinggi derajat kesehatan wanita dan anak-anaknya. Peran ini dijabarkan lebih konkrit  dalam fungsi-fungsi berikut (SEARO: Standards of Midwifery Practice for Safe Motherhood):

1) Menilai dan memanage kesehatan fisik dan mental ibu hamil dan melahirkan;

2) Merencanakan, memonitor, dan menjamin kualitas intervensi pelayanan kesehatan;

3) Mengidentifikasi, mengadvokasi, mengkoordinasikan sistim, sumberdaya, dan pelayanan kesehatan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil dan melahirkan serta anak-anaknya;

4) Mampu berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya kedalam sebuah tim pelayanan kesehatan yang memapou membangun lingkungan kesehatan yang kondusif;

5) Membelajarkan ibu dan lingkungannya tentang perilaku hidup sehat;

6) Berlaku sebagai spesialis dalam hal tidak terdapat tenaga ahli;

7) Memimpin dan berpartisipasi dalam riset untuk membangun evidence untuk pengembangan praktik kebidanan dan pengembangan kebijakan.


B.      VISI DAN MISI PROGRAM STUDI

Visi Program Studi Kebidanan (Magister Terapan) : Menjadi program studi  yang kompeten dengan pendekatan pelayanan komunitas dan berorientasi global  pada tahun 2020.

 

Misi  Program Studi Kebidanan (Magister Terapan) adalah menyelenggarakan  Tri Darma perguruan tinggi yang berorientasi pada pendekatan pelayanan komunitas.

 

Tujuan dibukanya Program Studi Kebidanan (Magister Terapan) diantaranya adalah sebagai berikut:

1)  Mempunyai kemampuan mengembangkan dan memutahirkan pengetahuan, teknologi  dalam bidang ilmu kebidanan atau praktek profesional bidan melalui riset terapan hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji dengan cara menguasai dan memahami pendekatan metode kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya.

2) Mempunyai kemampuan memecahkan masalah di bidang  terapan kebidanan, teknologi dalam praktek kebidanan melalui pendekatan inter atau multidispliner.

3) Mempunyai kemampuan mengelola riset terapan kebidanan dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan ilmu kebidanan hingga tingkat nasional maupun internasional.

4) Mempunyai kemampuan mengidentifikasi kesenjangan dari ilmu kebidanan yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi pertanyaan riset terapan kebidanan yang tepat.